DUNIA – Dinamika geopolitik di Timur Tengah dan perkembangan terbaru dari kasus hukum tingkat tinggi di Amerika Serikat mendominasi perhatian publik global pekan ini. Mulai dari pengerahan armada tempur hingga pengungkapan dokumen rahasia, berikut adalah rangkuman berita utama internasional per 13 Februari 2026.
BACA JUGA : Percepatan Pemulihan Infrastruktur Keagamaan di Sumatera: 650 Madrasah Mulai Difungsikan
1. AS Perkuat Kehadiran Militer: Kapal Induk Kedua Menuju Timur Tengah
Departemen Pertahanan Amerika Serikat tengah mematangkan rencana pengerahan gugus tempur kapal induk kedua ke perairan Timur Tengah. Langkah ini dikonfirmasi oleh Presiden Donald Trump sebagai strategi deterensi terhadap potensi ancaman militer dari Iran.
Jika terealisasi, kehadiran kapal induk tambahan ini akan memperkuat posisi USS Abraham Lincoln yang telah bersiaga lebih dulu. Pengamat militer menilai penempatan dua kapal induk secara simultan merupakan sinyal kesiapsiagaan penuh Washington jika jalur diplomasi menemui kegagalan total.
2. Skandal Penjara: FBI Diduga Musnahkan Rekaman Kematian Jeffrey Epstein
Biro Investigasi Federal (FBI) menjadi sorotan tajam setelah muncul laporan mengenai pemusnahan salinan utama (master copy) rekaman pengawasan dari malam kematian Jeffrey Epstein. Dokumen resmi bertanggal Juni 2024 menunjukkan adanya otorisasi pemusnahan barang bukti berkode 1B60.
Insiden ini memicu gelombang teori konspirasi dan kontroversi baru, terutama karena adanya selisih durasi satu menit yang hilang pada video yang dirilis ke publik. Akibat hilangnya data asli tersebut, FBI terpaksa melakukan rekonstruksi visual melalui salinan cadangan yang kualitasnya dianggap tidak sebanding dengan dokumen asli.
3. Krisis Politik Iran: Direktur TV Dipecat Akibat Kelalaian Siaran Langsung
Otoritas penyiaran Iran mengambil tindakan tegas dengan memecat direktur stasiun televisi lokal di Provinsi Sistan-Baluchistan. Keputusan ini diambil menyusul insiden fatal dalam siaran langsung peringatan HUT ke-47 Revolusi Iran pada Rabu (11/2/2026).
Dalam laporan langsung tersebut, seorang reporter bernama Musab Rasoulizad kedapatan salah mengucapkan slogan yang secara harfiah bermakna mendoakan kematian bagi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kejadian ini dianggap sebagai pelanggaran keamanan nasional yang serius oleh pemerintah Teheran.
4. Diplomasi Trump: Menolak Opsi Militer Instan Netanyahu
Meski terus memperkuat posisi militer di Teluk, Presiden Donald Trump justru menunjukkan sikap yang lebih moderat dibandingkan sekutu dekatnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Usai pertemuan selama tiga jam di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan tetap mengedepankan jalur dialog dengan Iran.
Trump secara terbuka menolak desakan Netanyahu untuk segera mengambil tindakan militer yang lebih keras. Melalui pernyataan di media sosial, Trump menekankan bahwa negosiasi adalah opsi utama yang harus terus diupayakan sebelum mempertimbangkan tindakan kinetik lainnya.
5. Pengungkapan Dokumen Epstein: Keterlibatan Sultan Ahmed bin Sulayem
Publik kembali dikejutkan dengan pembukaan dokumen tak disensor dari kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Berkas terbaru ini menyeret nama tokoh bisnis berpengaruh asal Uni Emirat Arab, Sultan Ahmed bin Sulayem.
Korespondensi elektronik yang kini terbuka untuk umum menunjukkan adanya komunikasi rutin antara Epstein dan miliarder asal Dubai tersebut. Poin yang paling mengusik publik adalah rujukan dalam pesan tersebut mengenai sebuah konten video yang sangat spesifik, yang kini sedang didalami oleh para penyelidik independen untuk menentukan apakah terdapat unsur pelanggaran hukum baru.


