JAKARTA – Dinamika geopolitik di Timur Tengah mendominasi perhatian dunia pada pekan ketiga Februari 2026. Laporan mengenai kesiapan militer Amerika Serikat dan Israel untuk melancarkan operasi terhadap Iran menjadi topik yang paling banyak diikuti. Di sisi lain, isu pertahanan domestik Indonesia juga mencatatkan minat tinggi melalui kedatangan armada jet tempur baru dari Korea Selatan.
BACA JUGA : Diplomasi Fiskal di Washington: Presiden Prabowo Tegaskan Kredibilitas Pembayaran Utang Indonesia
1. Kesiagaan Militer AS: Menanti Keputusan Final Donald Trump
Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah mencapai tahap kesiapan tempur penuh untuk melancarkan serangan udara dan laut ke Iran, yang diprediksi akan dimulai pada akhir pekan ini. Berdasarkan laporan CNN pada Kamis, 19 Februari 2026, aset militer strategis AS di kawasan Timur Tengah telah mengalami peningkatan volume yang signifikan.
Meskipun komponen teknis dan personel telah berada dalam posisi siaga, otoritas tertinggi untuk memulai serangan berada di tangan Presiden Donald Trump. Hingga saat ini, Gedung Putih masih mengevaluasi dampak politik jangka panjang serta potensi balasan dari Teheran sebelum memberikan “lampu hijau” operasional.
2. Status Siap Tempur Sabtu Besok: Mobilisasi Aset Strategis
Informasi mendalam mengenai linimasa serangan menunjukkan bahwa militer AS akan berada pada posisi siap eksekusi mulai Sabtu, 21 Februari 2026. Pejabat keamanan nasional senior telah menyerahkan rencana operasi kepada Presiden Trump, mencakup penggunaan pangkalan udara strategis di luar kawasan untuk mendukung kampanye udara jangka panjang.
Faktor kunci yang memperkuat laporan ini adalah:
- Kehadiran Kapal Induk: Posisi gugus tempur laut AS yang kini telah menjangkau radius serang efektif.
- Evakuasi Personel: Penarikan sementara staf non-kombatan dari titik rawan untuk meminimalisir dampak serangan balik.
3. Kesiapan Operasional Israel: Koordinasi Serangan Rudal Balistik
Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan bahwa militer Israel kini sedang dalam fase siaga tinggi menunggu instruksi komando dari Washington. Fokus utama dari keterlibatan Israel adalah menetralisir sistem rudal balistik Iran yang dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi keamanan regional.
Analisis dari harian Haaretz memperkuat indikasi ini dengan menyebutkan adanya peningkatan penilaian keamanan dalam 24 jam terakhir. Israel diprediksi akan memainkan peran kunci dalam identifikasi target dan penghancuran infrastruktur pertahanan udara Iran dalam skenario serangan gabungan tersebut.
4. Penguatan Udara RI: Kedatangan Jet T-50i dari Korea Selatan
Di tengah memanasnya situasi global, sektor pertahanan Indonesia mencatatkan kemajuan melalui penerimaan unit jet tempur latih lanjut T-50i Golden Eagle yang dikirim dari Korea Selatan. Kedatangan jet ini merupakan bagian dari kontrak jangka panjang untuk memperkuat skadron udara TNI Angkatan Udara.
Jet T-50i dikenal memiliki kemampuan supersonik dan dilengkapi dengan avionik modern yang dapat dikonfigurasi untuk misi tempur ringan. Kehadiran alutsista ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan pilot tempur Indonesia dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional di tengah dinamika keamanan di kawasan Asia-Pasifik.


