Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, mengonfirmasi bahwa pengerahan alat berat oleh Satuan Tugas (Satgas) Kuala akan segera dilaksanakan. Target operasional di lapangan dijadwalkan dimulai dalam dua minggu ke depan untuk mengatasi persoalan sedimentasi dan infrastruktur air di wilayah tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Menhan saat memimpin rapat koordinasi di Kantor Desa Tangsi Lama, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Minggu (4/1/2026).
BACA JUGA : Update Penanganan Bencana Sumatera: Kabupaten Agam Perpanjang Tanggap Darurat Akibat Ancaman Galodo
Misi Strategis: Lebih dari Sekadar Normalisasi
Dalam arahannya, Menhan menekankan bahwa pembentukan Satgas Kuala memiliki dimensi tujuan yang lebih luas. Program ini tidak hanya terbatas pada pengerukan dan normalisasi aliran sungai, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi wilayah.
- Perekonomian Lokal: Mendukung pemulihan ekonomi masyarakat yang menetap di sepanjang bantaran sungai dan kawasan muara Tamiang.
- Revitalisasi Akses: Normalisasi alur sungai diharapkan mampu mengembalikan kelancaran akses transportasi air.
- Sektor Terdampak: Memulihkan produktivitas sektor perikanan (nelayan), pertanian, dan perdagangan lokal yang selama ini terhambat oleh masalah pendangkalan dan ancaman banjir.
Peninjauan Lapangan dan Teknis
Sebelum menetapkan jadwal operasional, Menhan melakukan inspeksi mendalam untuk memastikan kesiapan lokasi dan memahami hambatan teknis secara langsung. Peninjauan dilakukan melalui dua metode:
- Pantauan Udara: Menggunakan helikopter untuk memetakan kondisi sungai secara makro, memantau titik-titik sedimentasi, dan mengamati struktur muara.
- Pantauan Air: Menggunakan kapal untuk menyisuri sungai hingga muara Tamiang guna mengidentifikasi permasalahan teknis di permukaan air yang akan dihadapi oleh tim lapangan.
Koordinasi Lintas Sektoral
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara dan daerah, menunjukkan urgensi dan skala prioritas dari proyek ini. Beberapa pejabat yang hadir antara lain:
- Wakil Panglima TNI
- Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur
- Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan
- Pangdam Iskandar Muda
- Bupati Aceh Tamiang
Kehadiran para pemangku kebijakan ini memastikan bahwa pengerahan alat berat dalam dua pekan mendatang akan didukung oleh logistik yang matang dan koordinasi keamanan serta kewilayahan yang solid.
Harapan Pascabelaku
Dengan dimulainya kerja Satgas Kuala, Pemerintah berharap stabilitas lingkungan di Aceh Tamiang dapat terjaga. Selain meminimalkan risiko banjir akibat luapan sungai, kembalinya fungsi optimal muara akan memberikan dampak langsung pada efisiensi biaya logistik bagi nelayan dan pedagang setempat.



