https://thewildernessalternative.com/analisis-krisis-mengurai-kekerasan-struktural-di-balik-jebakan-birokrasi-jaminan-pekerja-migran/
Nasional

Megawati Instruksikan Penanganan Banjir Jakarta: Fokus pada Mitigasi Cepat dan Kebijakan Strategis

JAKARTA – Persoalan banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta menjadi salah satu perhatian utama Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI-P di Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026). Situasi ini mencuat setelah sejumlah wilayah, termasuk akses menuju lokasi Rakernas, sempat terganggu oleh genangan air akibat curah hujan tinggi.

BACA JUGA : Analisis Krisis: Mengurai Kekerasan Struktural di Balik Jebakan Birokrasi Jaminan Pekerja Migran

Koordinasi Langsung dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, mengonfirmasi bahwa Megawati segera melakukan diskusi intensif dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, setibanya di lokasi acara. Dalam pertemuan tersebut, Megawati meminta penjelasan mendalam mengenai kendala lapangan dan sejauh mana efektivitas penanggulangan banjir yang sedang berjalan.

Rano Karno menjelaskan bahwa pihaknya, bersama Gubernur Pramono Anung, telah menempatkan isu banjir sebagai prioritas utama (concern). Pemprov DKI saat ini mengandalkan mekanisme identifikasi cepat titik genangan untuk memastikan respons lapangan dilakukan secara instan begitu hujan deras melanda.


Strategi Taktis dan Solusi Jangka Panjang

Diskusi tersebut menghasilkan dua poin besar mengenai kerangka penanganan banjir di ibu kota:

  1. Aksi Respons Cepat: Fokus pada pengoperasian pompa air dan pembuatan sodetan darurat di titik-titik rawan agar genangan segera surut. Di kawasan Ancol, pemasangan pompa tambahan menjadi langkah krusial untuk mengatasi air yang tertahan.
  2. Transformasi Kebijakan: Megawati menekankan bahwa penanganan di lapangan harus diikuti dengan analisis penyebab (akar masalah) yang kemudian dituangkan ke dalam rancangan kebijakan (policy design) yang komprehensif.

Analisis Kompleksitas Banjir Jakarta

Hasto menambahkan bahwa desain kebijakan masa depan tidak boleh hanya bersifat parsial. Penanganan harus mencakup integrasi infrastruktur makro, antara lain:

  • Optimalisasi Waduk: Revitalisasi dan pembangunan waduk sebagai area parkir air.
  • Modernisasi Sistem Irigasi: Memastikan drainase perkotaan mampu menampung debit air ekstrem.
  • Mitigasi Dampak Global: Mengatasi kenaikan muka air laut yang dipicu oleh pemanasan global (global warming).

Tantangan Fenomena Banjir Rob

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, turut memberikan perspektif teknis mengenai situasi di Jakarta Utara. Berdasarkan pengalamannya, banjir di kawasan pesisir seperti Ancol sering kali dipicu oleh kombinasi hujan deras dan fenomena air laut pasang (rob).

Kondisi ini menyebabkan air dari daratan tidak dapat mengalir secara gravitasi ke laut, sehingga peran rumah pompa dan pembangunan tanggul pantai menjadi sangat vital. Penjelasan ini mempertegas bahwa persoalan banjir Jakarta bukan sekadar masalah drainase lokal, melainkan tantangan geografis yang memerlukan pendekatan teknologi dan perencanaan wilayah yang matang.