Jayapura – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan terus mendapatkan respons positif dari masyarakat di wilayah timur Indonesia, termasuk dari warga pedalaman Papua. Silpa Tabun, warga Puncak Jaya, berbagi pengalamannya mendampingi sang ibu menjalani pengobatan intensif di Rumah Sakit Yowari, Kabupaten Jayapura, dengan jaminan penuh dari JKN.
Pengobatan ibu Silpa berawal dari diagnosis gangguan saraf di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Puncak Jaya. Karena membutuhkan pemeriksaan spesialis lanjutan, sang ibu kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura.
Baca Juga : Penertiban Penggunaan Rotator dan Sirine: Korlantas Polri Siapkan Aturan Baru Bersama Kemensetneg
“Pertama kali berobat di RSUD Mulia, Ibu saya didiagnosis mengalami gangguan syaraf. Dokter kemudian merujuk kami ke RSUD Jayapura untuk dilakukan CT Scan atau MRI otak untuk melihat apakah terdapat potensi pendarahan atau penyumbatan,” ungkap Silpa.
Alur Layanan Mudah dan Biaya Ditanggung Penuh
Setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Jayapura, Silpa berinisiatif berkonsultasi dengan dokter agar ibunya dapat dirujuk balik ke rumah sakit yang memiliki jarak lebih dekat dengan tempat tinggal sementara mereka di Jayapura untuk menjalani terapi dan mendapatkan obat-obatan lanjutan.
“Mempertimbangkan jarak yang cukup jauh ke rumah, saya meminta agar ibu saya di rujuk balik ke RSUD Yowari untuk mendapatkan pengobatan lanjutan sekaligus terapi dan disetujui oleh dokter,” ujar Silpa, menggarisbawahi fleksibilitas layanan yang diberikan.
Silpa merasakan kemudahan yang signifikan sepanjang proses berobat. Ia menuturkan tidak ada kendala yang dihadapi sejak proses awal di Puncak Jaya hingga pengobatan lanjutan di Jayapura.
“Proses pendaftaran sangat cepat dan mudah cukup dengan KTP. Lalu saat berobat di RSUD Jayapura, seluruh biaya juga ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan, termasuk biaya rawat inap, obat-obatan, CT Scan, dan tindakan lainnya yang mungkin bisa bernilai puluhan, bahkan ratusan juta [rupiah] jika tanpa JKN,” jelas Silpa.
Selain kemudahan prosedur, Silpa juga memuji kualitas pelayanan di RSUD Yowari. Menurutnya, petugas rumah sakit sangat ramah, informatif, dan tidak ditemukan adanya diskriminasi dalam pelayanan antar-pasien.
Komitmen BPJS Kesehatan Jayapura
Menanggapi apresiasi tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, menyampaikan bahwa pengalaman yang dialami Silpa menunjukkan pentingnya koordinasi dan alur layanan yang baik antar-fasilitas kesehatan (Faskes).
“Pengalaman yang dialami oleh Silpa memberikan contoh bahwa koordinasi yang baik antar-fasilitas kesehatan menjadi hal krusial bagi proses penyembuhan pasien pada setiap jenjang pelayanan yang didapatkan,” ucap Hernawan.
Ia menjelaskan bahwa keputusan dokter melakukan rujuk balik untuk ibunda Silpa adalah langkah yang tepat karena telah mempertimbangkan indikasi medis dan komunikasi yang baik dengan keluarga. Hernawan juga mengklarifikasi mekanisme rujuk balik:
“Program rujuk balik dimungkinkan bagi pasien yang telah memiliki kondisi stabil menurut dokter penanggung jawab. Hal ini juga sejalan dengan prosedur rujukan dalam sistem layanan kesehatan. Namun, tetap mempertimbangkan indikasi medis dan kesesuaian sarana prasarana fasilitas kesehatan tujuan,” katanya.
Hernawan menegaskan komitmen BPJS Kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan semua peserta JKN mendapatkan akses yang layak tanpa hambatan. Koordinasi, monitoring, dan evaluasi konsisten dilakukan bersama mitra Faskes sebagai upaya menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan. Ia juga mengimbau peserta agar tidak ragu melaporkan kendala yang ditemukan di lapangan.
