Pemerintah Inggris secara resmi mengumumkan keberhasilan militer mereka dalam melacak dan menghalau tiga kapal selam milik Rusia melalui sebuah “operasi rahasia” yang berlangsung selama satu bulan di perairan Inggris. Operasi intensif ini difokuskan di wilayah Atlantik Utara, yang merupakan lokasi strategis bagi jaringan kabel komunikasi dan pipa energi bawah laut yang vital bagi keamanan nasional serta ekonomi Inggris.
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, mengonfirmasi bahwa meski aktivitas kapal-kapal Rusia tersebut terpantau berada di area sensitif, tidak ditemukan bukti adanya kerusakan fisik pada infrastruktur bawah laut.
BACA JUGA : Kelanjutan Proses Hukum Benjamin Netanyahu di Tengah Momentum Gencatan Senjata
Detail Operasi Gabungan dan Pengerahan Kekuatan
Operasi pelacakan ini merupakan misi multilateral yang melibatkan Norwegia dan beberapa sekutu internasional lainnya. Skala operasi ini mencakup pengerahan sumber daya militer yang signifikan, antara lain:
- Personel: Melibatkan sekitar 500 personel militer Inggris.
- Patroli Udara: Pesawat militer mencatatkan waktu terbang lebih dari 450 jam untuk pengawasan udara.
- Armada Laut: Sebuah kapal fregat Angkatan Laut Inggris dikerahkan dan menempuh jarak ribuan mil untuk melakukan pengejaran dan pemantauan posisi.
Healey menegaskan bahwa tujuan utama dari pengungkapan operasi ini adalah untuk mengirimkan pesan tegas kepada Presiden Vladimir Putin bahwa setiap langkah militer Rusia di bawah permukaan laut terpantau sepenuhnya oleh intelijen Barat.
Spesifikasi Kapal Selam Rusia yang Terdeteksi
Kementerian Pertahanan Inggris merilis informasi detail mengenai armada Rusia yang terlibat dalam provokasi tersebut. Inggris melacak satu kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Akula dan dua kapal selam khusus dari Direktorat Utama Penelitian Laut Dalam Rusia (GUGI).
GUGI dikenal sebagai salah satu unit paling rahasia dalam struktur militer Rusia. Unit ini memiliki spesialisasi dalam pemantauan bawah laut dalam dan pengoperasian kapal selam mata-mata mini bertenaga atom yang dirancang khusus untuk bekerja di kedalaman ekstrem, di mana kabel komunikasi transatlantik berada.
Strategi “Umpan” dan Pencegahan Sabotase
Dalam konferensi pers di Downing Street, John Healey menjelaskan analisis taktis mengenai pergerakan armada tersebut. Kapal selam nuklir kelas Akula diduga kuat berfungsi sebagai “umpan” untuk menarik perhatian radar dan patroli Inggris. Sementara perhatian teralihkan, dua kapal spesialis dari GUGI diduga melakukan misi survei terhadap infrastruktur bawah laut.
“Kapal-kapal spesialis ini dirancang untuk memetakan infrastruktur pada masa damai guna mempersiapkan aksi sabotase jika terjadi konflik terbuka di masa depan,” ujar Healey.
Pemerintah Inggris juga mengambil langkah luar biasa dengan menerbitkan gambar-gambar yang telah dideklasifikasi dari kapal GUGI sebagai bukti fisik keberhasilan deteksi. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko tindakan agresif Rusia di masa depan dengan membuktikan bahwa kerahasiaan operasi mereka telah terbongkar. Inggris menegaskan bahwa segala bentuk upaya perusakan terhadap pipa atau kabel bawah laut tidak akan ditoleransi dan akan memicu konsekuensi serius bagi pihak agresor.



