JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan laporan terbaru mengenai progres rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pendidikan serta rumah ibadah pascabencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah memastikan bahwa pemulihan berjalan sesuai prioritas guna mengembalikan fungsi pelayanan pendidikan dan kegiatan keagamaan masyarakat.
BACA JUGA : Jusuf Kalla: Partisipasi Warga Lokal Kunci Keberhasilan Dewan Perdamaian Gaza Besutan Trump
Capaian Rehabilitasi dan Operasional Pendidikan
Hingga Kamis (12/2/2026), proses rehabilitasi bertahap telah mencakup 650 madrasah yang kini telah kembali melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Sektor pondok pesantren juga menunjukkan pemulihan signifikan dengan 1.066 lembaga yang sudah beroperasi normal.
Namun, tantangan besar masih tersisa pada infrastruktur dengan kerusakan struktural yang masif. Data Kementerian Agama mencatat:
- Madrasah: 110 unit rusak parah dan 13 unit di antaranya memerlukan relokasi total.
- Pondok Pesantren: 107 unit masuk dalam kategori rusak berat.
- Kantor Urusan Agama (KUA): 101 unit telah beroperasi, sementara 1 unit rusak berat sedang dalam penanganan layanan sementara.
Pemulihan Rumah Ibadah dan Fasilitas Penunjang
Selain sarana pendidikan, rumah ibadah menjadi fokus krusial dalam fase rekonstruksi ini. Sebanyak 1.553 rumah ibadah dilaporkan telah kembali digunakan oleh masyarakat. Meski demikian, terdapat 40 unit rumah ibadah yang terdampak berat, terdiri dari 16 masjid dan 24 gereja.
Menag menjelaskan bahwa pemulihan tidak hanya menyasar bangunan fisik, tetapi juga kelengkapan fungsional. Pemerintah telah melengkapi sebagian besar sarana dengan instalasi listrik, jaringan internet, hingga perangkat pendukung seperti sistem suara (sound system) dan mimbar untuk menunjang peribadatan.
Kolaborasi Lintas Kementerian dan Alokasi Anggaran
Dalam teknis pelaksanaannya, Kementerian Agama menjalin sinergi strategis dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menangani renovasi dan pembangunan kembali gedung-gedung madrasah yang mengalami kerusakan struktur.
Terkait dukungan finansial, Kemenag telah memetakan kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai berikut:
- Sarana Pembelajaran & Madrasah: Usulan anggaran sebesar Rp85,5 miliar untuk kebutuhan pembelajaran dan rehabilitasi 123 unit madrasah rusak berat.
- Pondok Pesantren: Alokasi bantuan rekonstruksi senilai Rp74,1 miliar bagi 107 pesantren.
- Rumah Ibadah: Pemberian bantuan stimulasi senilai Rp20 miliar untuk 40 rumah ibadah terdampak.
- Relokasi KUA: Anggaran sebesar Rp3 miliar disiapkan khusus untuk pengadaan lahan dan pembangunan kembali satu KUA yang terdampak paling parah.
Apresiasi Resiliensi Masyarakat
Nasaruddin Umar turut mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat di wilayah Sumatera yang secara proaktif membantu petugas di lapangan. Kerja keras kolektif yang berlangsung siang dan malam, didukung dengan pengerahan alat berat, menjadi faktor kunci yang mempercepat progres pemulihan sarana publik.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal sisa proyek rekonstruksi, terutama bagi fasilitas yang memerlukan relokasi, guna memastikan keselamatan jangka panjang para siswa dan jemaah dari potensi bencana serupa di masa depan.


