Sekolah Rakyat: Strategi Terintegrasi Pemerintah dalam Menanggulangi Kemiskinan Ekstrem
Nasional

Sekolah Rakyat: Strategi Terintegrasi Pemerintah dalam Menanggulangi Kemiskinan Ekstrem

BANJARBARU – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar institusi pendidikan biasa, melainkan instrumen strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan nasional secara terpadu.

BACA JUGA : Pertamina dan Danantara Perkuat Sinergi: Akselerasi Hilirisasi Batu Bara Menjadi SNG dan DME

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat meninjau persiapan peluncuran Program Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Minggu (11/1/2026). Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai episentrum dari berbagai kebijakan prioritas pemerintah.

Konsep Pemberdayaan Multigenerasi

Perbedaan mendasar dari Sekolah Rakyat dibandingkan institusi pendidikan lainnya terletak pada keterlibatan keluarga secara utuh. Fokus program ini tidak hanya terbatas pada peningkatan kompetensi siswa, tetapi juga pengangkatan derajat ekonomi orang tua mereka.

“Konsepnya adalah anaknya bersekolah, sementara orang tuanya diberdayakan. Harapannya, saat anak tersebut lulus, kondisi ekonomi orang tuanya pun sudah meningkat atau ‘naik kelas’. Inilah mengapa pendekatannya disebut sebagai pengentasan kemiskinan,” urai Gus Ipul.

Hub Terpadu Program Strategis Nasional

Sekolah Rakyat akan berfungsi sebagai wadah integrasi bagi berbagai program unggulan Kabinet Merah Putih. Di dalam ekosistem ini, keluarga siswa yang masuk kategori miskin dan miskin ekstrem akan mendapatkan akses terhadap:

  • Pendidikan Berkualitas: Membuka akses bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan.
  • Ketahanan Pangan: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan nutrisi siswa terpenuhi.
  • Kesehatan: Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan kepesertaan PBI JKN.
  • Perumahan: Dukungan melalui Program Tiga Juta Rumah bagi keluarga prasejahtera.
  • Ekonomi Kerakyatan: Integrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih serta berbagai bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Persiapan Peluncuran di Banjarbaru

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung untuk meresmikan peluncuran Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 di Kota Banjarbaru pada Senin (12/1/2026). Acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 2.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam peluncuran tersebut, para siswa yang berasal dari Sekolah Rakyat di berbagai penjuru Indonesia—mulai dari Aceh Besar, wilayah Jabodetabek, Jawa Timur, hingga Jayapura—akan turut berpartisipasi menampilkan bakat mereka dalam seni teater, pidato, dan paduan suara.

Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah menargetkan penyiapan sumber daya manusia yang kompetitif demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045, sekaligus memastikan tidak ada warga negara yang tertinggal dalam proses pembangunan nasional.