Medan, 14 Desember 2025 — Istana Kepresidenan memastikan bahwa pasokan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera Utara berada dalam kondisi yang memadai. Jaminan ini disampaikan setelah Presiden Prabowo Subianto menuntaskan kunjungan kerja selama dua hari ke wilayah-wilayah kritis tersebut.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang mendampingi Presiden, menyatakan bahwa ketersediaan logistik, mulai dari pangan hingga obat-obatan, telah dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
BACA JUGA : Tragedi Kemanusiaan: Korban Jiwa Banjir Bandang Sumatera Tembus 1.000, Presiden Prabowo Minta Maaf
“Apa yang dibutuhkan oleh masyarakat semua juga kami cek, stok kita mencukupi, kebutuhan pangan mencukupi, kemudian kebutuhan terhadap pakaian, obat-obatan juga semua selalu diupayakan untuk didorong,” kata Prasetyo di Pangkalan Udara TNI AU Soewondo, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2025).
Kunjungan Presiden Prabowo sendiri bertujuan untuk mempercepat penanganan darurat dan memastikan bahwa seluruh masyarakat terdampak mendapatkan perhatian sesegera mungkin.
Akses Terbuka dan Layanan Kesehatan Pulih
Prasetyo Hadi menambahkan, meskipun kendala lapangan seperti akses jalan yang sempat terputus masih dihadapi, secara umum seluruh wilayah terdampak utama kini sudah dapat dijangkau oleh tim penanggulangan bencana.
Pemerintah secara intensif telah memeriksa ketersediaan berbagai kebutuhan vital, termasuk pasokan air bersih, khususnya di wilayah Aceh Tamiang yang mengalami dampak signifikan. Dalam sektor kesehatan, Prasetyo juga melaporkan bahwa hampir seluruh rumah sakit di wilayah terdampak telah kembali berfungsi, meski diakui belum semuanya beroperasi secara optimal seperti kondisi normal.
Ketercukupan stok dan pulihnya sebagian fungsi layanan publik ini menjadi fokus utama pemerintah dalam fase tanggap darurat pasca-bencana.
Apresiasi Gotong Royong Penanganan Bencana
Dalam kesempatan tersebut, Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh komponen yang terlibat dalam upaya penanggulangan bencana masif ini. Pihak-pihak yang diapresiasi mencakup TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta seluruh relawan dan dukungan dari masyarakat umum maupun dunia usaha.
Ia menegaskan pesan yang selalu ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya semangat persatuan. “Sebagaimana yang selalu disampaikan Bapak Presiden inilah kebersamaan kita, kekeluargaan kita, kegotong royongan kita dan tidak ada satu pun yang boleh kita tinggalkan saat saudara-saudara kita mengalami penderitaan kita semua harus ikut merasakan dan ikut meringankan,” ucapnya.
Setelah menyelesaikan rangkaian agenda di Aceh dan Sumatera Utara, termasuk memastikan penanganan terkendali, Presiden Prabowo Subianto kemudian kembali bertolak ke Jakarta untuk melanjutkan kegiatan kepresidenan lainnya.
Prasetyo Hadi menutup pernyataannya dengan menyampaikan permohonan maaf dari Presiden. “Terima kasih atas penyambutan yang luar biasa kepada Bapak Presiden, mohon maaf bila mana ada hal-hal yang kurang berkenan bagi semua masyarakat, rakyat Aceh maupun masyarakat Sumatera Utara pada saat menerima kunjungan dari Bapak Presiden,” tutupnya.



